5 Pembunuh Rasa Percaya Diri-

By: Nurfalakia 


     Setiap orang memiliki peluang untuk meraih sukses, standarisasi kesuksesan seseorang diukur dari dimensi tumpuan pikir dan bagaimana cara ia mengaktualisasikannya, pertanyaan-pertanyaan pun timbul apakah kau bisa menghadapinya, apakah kau bisa bertahan, seberapa jago kamu, kualitas-kualitas apa yang menjadi kekuatanmu, mampukah anda beradaptasi? Nah, topik yang bahas kali ini menjawab pertanyaan-pertanyaan dubietas diatas, topik ini diilhami oleh seorang youtuber Bang Bimo Ghifari dari "Be More Gentle Channel".

1. Menganggap kegagalan yaitu sebuah kesalahan 
      

     Pengen sukses?! Pertanyaan ini bisa dibilang merupakan sebuah "teka teki" yang mana memiliki konotasi yang bernada enigma dimana balasan dari pertanyaan diatas membutuhkan ruang waktu dan cara pemecahannya .Ketika anda berhasil mencapai sesuatu namun di tengah perjalanan tiba-tiba mengalami tragedi alam kemudian anda mundur, atau ketika anda berusaha dengan tekun dan ulet kemudian anda berhasil meraihnya.Dari citra ini menghasilakn sebuah konklusi bahwa defenisi dari sukses yaitu sebuah dimensi dan proses yang memberi anda pilihan ke arah mana tujuanmu, dan dalam memilih pilihan anda di beri sejumlah alternatif untuk memecahkannya, alternatif ini sanggup berupa budi yang anda gunakan.
    Setiap orang niscaya gagal, didunia ini tidak ada insan yang tidak pernah mengalami kegagalan,namun tidak semua orang bisa bengkit dari kegagalan,karena memang itu bukanlah hal yang gampang untuk dilakukan.Berpikirlah positif dan lebih realistis,jadikan kegagalanmu sebagai pelajaran yang berharga dan jangan pernah mengalah sebelum apa yang kau harapkan sanggup terwujud dan ingat! "keberhasilan itu butuh proses" yang matang anggap kegagalan itu sebagai pendorong semangatmu dalam melangkah lebih maju.

2. Keraguan pada diri sendiri
           
   
     Setiap insan memiliki kelebihan masing-masing meski kau sendiripun tidak menyadarinya.Munculnya keraguan pada dirimu disebabkan oleh sinyal-sinyal "berisik"ditelingamu, "kamu ngak akan bisa lupain aja"! " Orang cupu mana sanggup", "pasti gagal"! "duh gimana nih" ! Pola pikir ibarat ini yang tertanam dibenakmu  sampai kau tidak yakin pada dirimu sendiri kalau hal ini terjadi maka "lawanlah" ,balas pikiran negatif itu dengan menanamkan sugesti-sugesti yang membangun karaktermu dan mengobar semangatmu "saya hebat", "saya mampu", dan "saya niscaya bisa" kau sanggup menghajar, menendang dan menciptakan "babak belur " pikiran-pikiran negatif itu terhempas dari isi kepalamu.

3. Membenci penampilanmu sendiri 
       

       Perasaan was-was akan sering timbul bahkan bercabang kalau kau tidak mengasihi dan menghargai dirimu sendiri, pepatah menyampaikan " cintai dirimu sendiri sebelum mengasihi orang, pepatah ini menekankan kita pentingnya mengasihi diri sendiri ,bagaimana anda akan bisa mempertahankan hubungan yang sehat dengan orang lain kalau kau sendiri tidak berafiliasi baik dengan dirimu sendiri, ketika kita mengenal diri kita, kita akan mulai mendapatkan kekurangan dan kelebihan yang dimiliki, dengan begitu cinta yang kita miliki juga akan mengalir pada orang yang ada disekitar kita.
Memperhatikan penambilan juga penting untuk menanambah rasa dan nilai plus pada diri kamu, usahakan dikala keluar rumah perhatikan hal-hal kecil contohnya rapikan bajumu yang kusut,menggunakan parfum,jangan menggunakan baju terlalu ketat yang sanggup mengundang cibiran yang tentu saja sanggup menurunkan semangatmu.

4. Membandingkan dengan orang lain 
       

       Bercermin dari kekuranganmu lantas membandingkannya dengan seseorang yang lebih superior tidak menjadikanmu lebih baik malah sebaliknya, membandingkan diri dengan orang lain yaitu kebiasaan yang sangat sulit dihentikan, apalagi dengan kondisi kehidupan dikala ini yang selalu menuntut kesempurnaan.Alasan dibalik anda tidak perlu membandingkan dirimu dengan orang lain yaitu membandingkan dirimu dengan orang lain bukannya maju, dirimu hanya akan membisu ditempat,mengapa? Karena kau akan selalu digandrungi rasa kekurangan dan tidak pernah merasa bersyukur,perasaan iri dan tidak puas atas segala sesuatu, alasan kedua yaitu kau tidak bisa mengeluarkan potensi terbaikmu, lantaran fokus dan energimu terkuras dengan kehidupan orang lain menciptakan peluang waktu dan produktifitasmu melemah, dan alasan yang terakhir yaitu kau hanya akan meningkatkan rasa frustasi.

5. Menganggap peluang sebagai bencana 
         
  
       Tentu sakit dong rasanya ditolak,meski penafsiran yang tersirat halus, agak bernafsu sampai sangat bernafsu tetap galaulah, apalagi orang yang sensi bisa-bisa jadi perang badar tuh😱.Bagaimana pun bentuknya penolakan yaitu hal yang menyakitkan,bahkan banyolan pun bisa bermakna ambigu. Sebuah studi Ethan Kross dan rekan-rekannya juga menyebutkan bahwa korteks somatosensori sekunder dan insulin posterior dorsal, yaitu pecahan otak yang bertanggung jawab untuk mendapatkan sinyal rasa sakit fisik, menjadi aktif dikala anda mengalami penolakan. Itu mengapa anda akan merasa sakit yang sama ibarat sakit fisik dikala anda mengalami penolakan.
Rasa penolakan yang kau terima kalau tidak diatasi dengan benar tentu berdampak jelek pada dirimu baik itu dari sisi mental sampai kesehatanmu.Penolakan yang kau terima membuatmu merasa kecewa berlarut-larut sampai terus menyalahkan diri membuatmu drop dan enggan untuk melaksanakan sesuatu, bahkan berinisiatif tidak pernah melakukannya lagi,berbeda kalau kau mengakibatkan penolakan itu sebagai sebuah laba ,kamu akan merasa lebih tertantang, lebih berguru dan lebih berusaha lagi.