4 Negara Ini Mempunyai Tingkat Pengguguran Paling Tinggi Di Dunia-



      Kehadiran seorang buah hati bagi sepasang kekasih ialah sebuah anugerah paling terindah yang diberikan oleh Tuhan yang seharusnya menawarkan kebahagiaan dalam membina rumah tangga .Kehadiran seorang bayi mempunyai efek besar lengan berkuasa dalam mempererat hubungan.Banyak pasangan yang rela mengeluarkan pengorbanan yang besar untuk sanggup memperoleh sosok ini,bahkan di akhiri dengan perceraian sebab tidak sanggup mempunyai momongan. Namun berbanding terbalik dengan apa yang dilakukan oleh para ibu dibawah ini mereka rela menghilangkan nyawa anak mereka (aborsi) dengan aneka macam macam dalih.
     Guttmacher Institue ialah sebuah organisasi penelitian dan kebijakan terkemuka yang berkomitmen untuk memajukan kesehatan dan hak seksual dan reproduksi di amerika serikat dan diseluruh dunia yang dimulai pada tahun 1968,bekerja sama masyarakat sipil dan pemain drama PBB lainnya untuk mengidentifikasi dan membentuk konsensus guna menyediakan data dan diperoleh jumlah pengguguran yang dilakukan pada perempuan yang berusia antara 15 sampai 44 tahun,tingkat ini mengukur jumlah pengguguran per 1000 perempuan disetiap negara.Guttmacher institute juga menemukan fakta diperkirakan setiap tahun terjadi sekitar 56 juta tindakan pengguguran diseluruh dunia pada tahun 2010-2014.
    Dilansir dari gaya.tempo.co studi yang dipublikasikan di jurnal medis The Lancet memakai data pengguguran dan data unmet need,pera peneliti menemukan bahwa pada 1990-2014,tingkat pengguguran tahunan pengguguran didunia per 1.000 perempuan subur ( 15-44 tahun) turun dari 46 ke 27 namun di negara miskin angka tindakan pengguguran hampir tidak berubah dari 39 ke 37 dari 1.000 wanita.

Berikut ialah 4 negara yang mempunyai tingkat pengguguran tertinggi :

1.Rusia
     


     Dari 1.000 kehamilan di Rusia, sekitar 40 persennya digugurkan.Berdasarkan undang-undang rusia, pengguguran diperbolehkan untuk usia kehamilan sampai 12 minggu, pada 1920 soviet menjadi negara pertama didunia yang melegalkan pengguguran dengan alasan apapun.Menurut wakil Perdana Menteri urusan Sosial Rusia, Olga Golodets,untuk setiap 1.9 juta bayi yang lahir di Rusia ada 700 ribu aborsi.
Salah satu langkah preventif melihat keprihatinan atas tingginya angka pengguguran di Rusia ialah dengan menyelenggarakan hari tanpa pengguguran yang diterapkan dikota Yaroslavi pada hari rabu, dipelopori dari kalangan pemuka agama dan oleh keuskupan yaroslavi dan tubuh kesehatan setempat hari tanpa pengguguran ini dilakukan guna memperingati kejadian "pembantaian belum dewasa tidak berdosa" oleh Raja Herodes di Bethlehem pada masanya.

2. Kuba 
      


     Posisi kedua ditempati oleh negara kuba, negara dengan kepulauan yang terletak dilaut karibian benua Amerika Utara.Menurut data dari PBB, kuba mempunyai tingkat pengguguran sebesar 28.9, ini artinya dari 1.000 kehamilan yang terjadi dikuba,sekitar 40 % nya pengguguran sebab aneka macam alasan.Meskipun dinegara ini dilengkapi dengan akomodasi alat kontrasepsi namun mereka mengaku enggan untuk menggunakannya dikala melaksanakan kekerabatan badan.

3. Kazakhstan 
     


    Di negara kazakhstan resiko menikah di usia belia ialah komplikasi yang terjadi pada kehamilan dan persalinan, salah satu penyebab utama janjkematian diantara 15-19 tahun gadis dikazakstan, cukup umur perempuan dalam kelompok usia ini melahirkan 20.000 anak setiap tahun yang sama dengan tingkat kelahiran 29.4 per 1.000 gadis,menurut data resmi dari Multiple Indicator Cluster Survey yang juga menyoroti kasus pengguguran ,tingakat pengguguran umum di kazakhstan ialah 27.4 per 1.000 perempuan yang berusia 15-49 tahun.
Survey mengungkapkan bahwa 49% perempuan yang menikah dikala ini tidak memakai metode konstrasepsi, hasil penelitian mengungkapkan 12 persen yang tidak ingin lagi mempunyai momongan atau menunda kelahiran anak tetapi tidak memakai metode kontrasepsi .Hal ini memperlihatkan bahwa ada kebutuhan tak terpenuhi untuk keluarga berencana di kazakhstan.

4. Romania 
     


     Tindakan pengguguran boleh dilakukan di Romania kalau kehamilan masih dibawah 14 ahad dengan alasan yang sempurna dan masuk logika (dapat diterima) contohnya seorang ibu yang sudah terlalu renta demi menjaga kesehatan, tindakan asusila contohnya kasus pemerkosaan, alasan ekonomi sampai sudah terlalu banyak anak .Berbicara angka persentase ,di Romania sanggup mencapai 30% aborsi  dari 1.000 kehamilan.

Penutup
Selain negara diatas berdasarkan data dari Abortion Worldwide Report (AWR) ,tingkat pengguguran negara-negara lain termasuk Amerika Serikat(19.6), hungaria(19.4),cina (19.2),selandia gres ( 18.2),prancis (17.4),norwegia(16.2),denmark(15.2),australia(14.2),kanada(13.7), israel(12.5), spanyol(11.5) sampai jerman (6.1).
Alasan negara diatas melaksanakan praktik pengguguran ialah untuk mengurangi tingkat populasi, hal ini dipertegas oleh ketentuan dalam satu rumah tangga cukup mempunyai 2 anak, jumlah populasi yang melebihi batas akan berampak pada status ekonomi yang menyebabkan tingkat depresi yang semakin meningkat maka dari beberapa negara dikeluarkan kebijakan pemerintah perihal pelegalan tindak praktik pengguguran dengan aturan-aturan yang harus dipenuhi contohnya dinegara vietnam perempuan diperbolehkan melaksanakan pengguguran diatas 16 tahun keatas dan boleh dilakukan dikala kandungan berusia 22 ahad atau di prancis melegalkan pengguguran kalau usia kehamilan sampai ahad ke-10.