22 Nov

ASEAN Serukan Pasar Terbuka Memajukan Ekonomi Dunia?

perdagangan asean

Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong menyampaikan seruan tentang pasar terbuka, saat berpidato dalam forum jelang pertemuan puncak Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara atau Asean di Singapura, Senin (12/11). Dia juga mengingatkan soal tekanan-tekanan politik yang telah mendorong sejumlah negara meningkatkan proteksionisme.

Dalam forum bisnis tersebut, Lee menyerukan kepada perusahaan-perusahaaan di Asia Tenggara untuk berinvestasi lebih banyak di pasar masing-masing dan menjadi lebih terbuka menghadapi persaingan asing. “Semakin terintegrasi dan terbukanya pasar kita, serta semakin kondusifnya peraturan dan bisnis kita terhadap investasi asing, dengan semakin besar bagian yang tumbuh maka semakin banyak keuntungan yang didapat,” ujar Lee.

Pertemuan ASEAN Membahas Mengenai Perkembangan Ekonomi Politik Dunia

pertumbuhan ekonomi
Menurut dia 10 negara anggota Asean memiliki potensi besar, tetapi sepenuhnya Asean yang menyadari bergantung pada apa yang dipilih untuk menjadi lebih terintegrasi. Juga untuk bekerja dengan sungguh-sungguh menuju tujuan dalam dunia di mana multilateralisme sedang berjibaku di bawah tekanan politik.

Pertemuan puncak pekan ini di Singapura turut dihadiri para pejabat tinggi dunia, termasuk Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang dan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence. Pertemuan ini di bawah bayang-bayang sengketa perdagangan selama sebulan antara Tiongkok dan AS.

Beberapa pemimpin diperkirakan mengumumkan kemajuan besar dalam kesepakatan perdagangan besar-besaran yang didukung Tiongkok – tanpa menyertakan AS di mana ini dipandang sebagai teguran atas pendekatan unilateralis Presiden Donald Trump terhadap perdagangan internasional.

Presiden Trump sendiri memutuskan untuk tidak menghadiri pertemuan puncak tahunan – yang mana selalu dihadiri oleh pendahulunya Barack Obama. Hal tersebut mengisyaratkan seberapa jauh dia telah menarik diri dari upayaupaya untuk membentuk peratuan dagang global dan memunculkan pertanyaan-pertanyaan baru mengenai komitmen Negeri Paman Sam kepada Asia.

Kebuntuan Ekonomi Di sisi lain sengketa perdagangan AS- Tiongkok telah memperlihatkan Trump memberlakukan kebijakan tarif lebih tinggi pada sekitar setengah dari barang-barang impor Tiongkok. Tidak tinggal diam, negeri Tirai Bambi itu pun membalas dengan kebijakan tarifnya yang ditetapkan sendiri. Alhasil, kebuntuan tersebut menghasilkan dampak jauh melampaui dua negara adidaya itu.

Bahkan para pemimpin negara yang mengikuti pertemuan selama empat hari di Singapura akan menyuarakan keluhan-keluhan mereka kepada Pence – yang mewakili ketidakhadiran Trump – dan juga kepada Li dari Tiongkok. Sementara Trump telah melontaran kecaman atas kesepakatankesepakatan perdagangan dan mendorong agenda isolasionisnya America First. Tiongkok pun semakin sering berbicara tentang manfaat dari pasar terbuka.

Baca Juga : Daftar Harga Genset Perkins dan Kegunaan Genset Perkins

Dalam editorial surat kabar propemerintah Singapura, Straits Times pada Senin, melaporkan bahwa Li mengatakan bahwa dunia sedanng menghadapi tantangan meningkatnya proteksionisme dan unilateralisme. “Kita harus bekerja untuk ekonomi dunia yang terbuka dengan memberi sokongan, berlatih dan menegakkan keterbukaan,” tulis dia.

Pertemuan pekan ini merupakan yang terbesar dalam serangkaian pertemuan yang diselenggarakan setiap tahun oleh Asean. Ada pun puncak dari KTT Asean adalah pada Kamis (15/11), karena pertemuan itu dihadiri oleh 20 pemimpin dunia termasuk dari blok Asia Tenggara serta Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri India Narendra Modi.

Sebagian besar dari mereka yang menghadiri KTT Asean diperkirakan akan menyampaikan pesan mendukung perdagangan bebas dengan mengumumkan kemajuan besar atas kesepakatan yang didukung Tiongkok, yakni 16 anggota negara dalam Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional atau Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

Dengan keluarnya AS dari pakta rival, Kemitraan Trans-Pasifik atau Trans-Pacific Partnership (TPP) maka RCEP sekarang menjadi kesepakatan perdagangan terbesar di dunia, yang mencakup setengah populasi dunia. ‘

Fakta – yang kurang ambisius ketimbang TPP di bidang-bidang seperti pekerjaan dan perlindungan lingkungan – tersebut mengelompokkan 10 negara anggota Asean, ditambah Tiongkok, India, Jepang, Korea Selatan (Korsel), Australia, dan Selandia Baru. Sedangkan TPP, yang diperjuangkan oleh Obama sebagai bagian penting ekonomi dari poros Asianya tetap berjalan walau tanpa keikutsertaan AS dan akan mulai berlaku tahun ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *